Sabtu, 10 Februari 2018

sepupu ibu saya Kak Cik Rohana Bt Dt Murni M. Thaib meninggal jumat pukul 1.00 wib dini hari di Anggut-BKL &

dapat kbr dari @Jessica Indah Ridwan pertama, trus dari WA adek2.....dpt nope dang @Harlie lsg telpon deh ikut berduka cita, kebetulan disitu ada Om HAGWAN masih ada dirumah duka......

  1. -Cerita Kak Cik Rohana-sepupu Emak (Bapak dua beradik kandung) , Datuk Mahmud Suka  Bandung-Bintuhan Bengkulu Selatan dan kakaknya Datuk M,Thaib (Pak Ngah Lilis)
  2. Kak Cik Rohana ini baiknya bukan main-main , dahulu , dikit saja yaa: Emak pernah bercerita kalau  sepupunya ini baik sekali, dulu sewaktu emak baru menikah dengan Abah-diboyong dari Sumatera ke Jakarta tinggal dirumah Bibinya Abah Cik Itam dari Muara Tetap, desa Abah-sewaktu Abah berlayar dititiplah si Emak dirumah bibinya itu. Suatu ketika Cik Itam ada bercerita tentang masa lalu Abah yang konon kabarnya sudah punya isteri dari Palembang dan punya anak laki-laki, bagaikan petir Emak sontak kaget, nggak siap menerima kabar berita seperti itu langsung menangis dan akhirnya jatuh sakit. Cik Itam panik luar biasa-dipanggilah saudara Emak yang ada di Jakarta , Paman Suardi MT (dulu belum menikah)   lupa kayaknya tahun 1966 aku belum lahir, dan kakak Paman Suardi, Kak Cik Rohana MT tinggal di daerah Sumur Batu-Jakarta. Pernah antara tahun 2012-2013 aku dan adik Noprizal (adik nomor 7 bungsu) abis Hari Raya Lebaran Idul Fitri- ceritanya napak tilas (suami dan anak2 udah pulang duluan by kendaraan panther sporty karena mengejar waktu). dinas di RS Daerah Bengkulu dan tinggal di Bengkulu kebetulan adinda Noprijzal Dermawan dapat PNS jebolan ATEM Negri Jakarta Mampir kerumah Kak Cik Rohana (kami disuruh panggil Bunda Rohana, kalo Kak Cik-sebutan buat Emak kepadanya), Bunda Rohana bercerita ketika Emak dibawa kerumah Bunda di Sumur Batu, karena Emak nangis terus mengingat- ngingat perkataan Cik Itam tiap hari -ada tidak jauh dari rumah Bunda seorang Pegawai masih bujang yang tertarik kepada Emak yang polos, rambut panjang, badannya bagus, kulitnya kuning langsat, tanpa make-up juga kelihatan cantik-kemudian tertarik. Bertanya dimana suaminya (Abah), Bunda bilang pergi berlayar. Tetangga tersebut menawarkan bantuan membawa kerumah sakit-Bunda Rohana sudah memberi izin-tetapi Emak menolak.Cerita hanya sampai disana, kalo berlanjut mungkin aku dan adik-adik enggak pernah ada, hehehehehe......
  3. Khusus dengan Ramos ini (Photo pada picture), aku ada sangkutan uang -tidak banyak sih , aku berjanji mengembalikannya setelah punya uang tapi sampai saat ini belum terselesaikan, adapun uang tersebut aku peruntukan buat uang semesteran Nurun Nadia putri tukang ojek daripada Makbul Pharma Mudiah, kuliah di Universitas Pajajaran Bandung, memang perjanjian perikatan tidak ada namun dalam waktu cepat akan aku selesaikan biar si Nadin tenang juga dia belajar, hanya bersimpati saja alasan lain walaupun ada tetap tidak akan aku ceritakan disini, yang kebetulan bersahabat dengan orang tuanya.


-Selamat jalan Bunda Rohana MT semoga amal ibadahmu diterima disisi Allah Subhana Wataalla dan Semoga Khusnul Khotimah, Aminnnn Yarobbb.

4.    Pertemuan dengan anak Kak Cik Rohana Bt Dt H. Murni MT, Ramos Irawadi bin Suardi Thaib di Bali pada waktu adik spp saya itu ditugaskan Kemenkeu RI Pusat ke Kawil Direktorat Pajak  Cabang Bali di Jalan bersebelahan dengan @RS BROS, 














Blog tentang keluarga besar Datuk  MT DAN DATUK MAHMUD SUKA BANDUNG INI, cukup unik, karena ditulis dengan alur pikir dan pandangan penulisan yang cukup hati-hati & bersumber pada bertutur pada cerita sejarah hidup dua orang yang bersepupu (Ibunda Hajjah Zatiyah bt Dt Mahmud & Makdang Rohana Bt Dt Hj MT di Jakarta, yang kemudian berlanjut di generasi kedua yang juga bersaudara sepupu (yakni anak-anak mereka,  Wodang Atun dan Ramos di Bali), yang apa adanya.realita masyarakat dan kebiasaan-kebiasaan ala Sumatera yang hidup diperantauan memang makin mempererat hubungan kekerabatan, saya selaku Putri  Bengkulu /Sumatera mengerti karakter daerah Bintuhan- Kaur- Bengkulu dan hubungan kekerabatan ini masih perlu diadopsi oleh generasi setelah kami, seperti anak-anak saya dan anak-anak Enda Hajjah Rohana Bt Dt. MT, Ibunda Hajjah Zatiyah Bt Dt. Mahmud, Ibunda Hajjah Maiza Bt Mahmud-Pak Ibu Zainul Aripin, Docik Ramos- Iin, Dang Yayat, Dang Yoyon, Dang Gunawan Santri (Alm)- Wodang Suti Suci, dan anak  keponakan beserta cucung-cucung sekaban. 













    Saya sebel dan kaget dalam pembicaraan via whatshap dengan teman sekantor, sebentar dulu yah, yang namanya dukun itu tempo doeloe sampe tempo sekarang memang selalu menjadi bahan pergunjingan masyarakat. nah langsung saja nggih, sepupu saya itu (Ramos) yang jebolan  S2-Colorado- beasiswa, bilang teman saya terkena santet!, kemungkinan ada yang mengincar jabatannya, mangkanya beliau dibikin sakit. Wallahu Alam  Bissawab nggih.Sesuai dengan tuntutan pasar saat ini banyak dukun baru yang muncul,. Gelar mereka pun macam-macam. Tetapi yang jelas gelar tersebut bukan dari perguruan tinggi, namun berasal dari wangsit.Disamping itu dukun sekarang harus punya hand phone, biar comunication with the client always smooth, Emak saya dulu pernah cerita, kalau beliau pernah juga dikirimi guna-guna namun dengan pengobatan yang telaten, sabar dan ikhlas emak pun terlepas dari kiriman guna-guna tersebut, jadi keluarga besar emak itu memang sudah langganan , mungkin banyak banget yang iri dan dengki atas keberhasilan yang didapat keluarga  besar pihak  emak & Abah (almh/alm), sebenarnya dari cerita-cerita orangtua kami dulu, cerita nenek Hajjah Madiyah Bt Dt Yahya isteri Datuk Mahmud, orang-orang yang iri dengan sengaja mengirimi pelet, gendam, pengasih, santet, akan mental sendiri kepada orang yang mengirim, apabila kita sabar, rajin berobat dan berdoa kepada Allah SWT, percaya tidak percaya nggih. 

Yowess, insyaallah sepupuku sembuh dan apabila  masih dipercaya mengemban tugas kembali bekerja seperti biasa, mungkin akan saya bawa ke kenalan saya, insyaallah lho ya, akan saya perkenalkan dengan Pak Kyai Abah Haji Jayadi Fawaid, keturunan langsung dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW, Wallahu Alam Bissawab.















































Rabu, 10 Mei 2017


Bimbo – Setiap Habis Ramadhan

Setiap Habis RamadhanSetiap habis Ramadhan
Hamba rindu lagi Ramadhan
Saat – saat padat beribadah
Tak terhingga nilai mahalnya
Setiap habis Ramadhan
Hamba cemas kalau tak sampai
Umur hamba di tahun depan
Berilah hamba kesempatan
Setiap habis Ramadhan
Rindu hamba tak pernah menghilang
Mohon tambah umur lanjut lagi
Berilah hamba kesempatan
Reff:
Alangkah nikmat ibadah bulan Ramadhan
Sekeluarga, sekampung, senegara
Kaum muslimin dan muslimat se dunia
Seluruhnya kumpul di persatukan
Dalam memohon ridho-Nya

Ada sajadah panjang terbentang
Dari kain yang ....Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Diatas sajadah yang panjang ini
Diselingi sekedar interupsi
Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba
Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk Hamba sujud dan lepas kering hamba
Mengingat dikau sepenuhnya

TABLOID KENANGAN
EDISI PERTAMA
BULAN APRIL 2017
BERTEMPAT GRAND ZURY HOTEL-PALEMBANG
HARI/TANGGAL: SABTU, 22 APRIL 2017

Kawans, lyrik lagu Bimbo diatas judulnya sengaja aku ganti menjadi SETIAP HABIS REUNI bukan tanpa arti tapi penuh arti dan sarat makna.

-   Musim kemarau kali ini sesak dengan peristiwa besar negeri ini dan juga Sekolah Yaktapena sendiri, kenapa aku sebut Yaktapena karena semenjak baru  sampai, pihak Grand Zury,Hotel langsung berkata… Ohhhh Acara  Reuni-Yaktapena ya Mbak, Silahkan naik tangga ke LOUNGE diatas di Lt II, memang aku sudah menduga ada acara kelihatan dari bawah- sudah nebak-nebak dengan hati berdebar-debar….ada juga perasaan malu, takut-takut kagek enggak ada yang maseh kenal kecuali bos Yulia Ningdop…ga nyambung

-   Setelah berada didalam, kawan pertama yang kutemui adalah……. lupa, ada beberapa teman yang tidak hafal baik wajah dan juga tidak dekat-seperti halnya teman pernah  sebangku, mang Agus Soesanto yang sebok kolar kilir, Haji Muchsin, Upiet Soemayadi, duduk dideretan belakang, Sherlyana (padahal bilang nggak hadir, kejutan rupanya buat dulur-dulur-terutaman mang Didi Saidina Jauhari, hehehehe…), Endah Liestiyati,etc ….

-   Nunung-Tri Yuliantini- hehehe…, dia bilang aku wajahnya masih kayak anak mudo, Alhamdulillah       hahahaha   ….efek es kacang merah, mengkaleeee……. lalu mang Haji Coky / Rocky Soenoko-menyalami aku, masih cakep oy….Oooooo Ummi Kalsum, kawam esde aku….peluk-pelukan, kangen-kangenan, Bi cek Marwiyah-Maya nyalamin tiba-tiba bu Notaris datang menyambut aku cipika-cipiki dengan aku….. ”Dateng jugo kau ye……..Alhamdulillahhhhh”, Sebelumnya bicek Hajjah Tri Handayani Yamin nulis di wa group bulagos, “kau jangan melok acara adek kau, Tun ye, reuni cuman ado malam ini bae……….igt kau la janji”

-   Pada barisan tengah, Yulia Ningdop, Nina-Merry Natalina, Elan Patria, Tuti Amridasari, Umidar Amroe (aku menyebutnya begitu…suka-suka aku doooooong….dengar kabarnya dia buka boutique baju moslem), bolehhhhhh….dan Wiwik…naah Wiwik ini aku nggak begitu ciren…teman yang mana ini ????, I’m sorry Wiwik…

-   Barisan paling depan, lagi-lagi rombongan Anita Purwanti dkk ditambah mang Aboe Hoyer Ganie dan Wesly Simamora, kalo Marcel Saman kular kilir nyuru2 foto-Panitia bok……

-   Pilkada AHOK – DJAROT VS ANIS SANDIAGA yang dimenangkan kubu Anis - Sandiaga Uno hehehe, sebaeknya kita tidak usah ikut-ikutan politik saja ya kita urus saja urusan kita dan keluarga kita enggak usah ke politik-politik segala, menyita waktu, fikiran , tenaga dan uang saja., iya kan, telunjuk kita terbukti, anise-sandiaga menjadi gubernur dan wakil gubernur jakarte untuk periode 5 tahun kedepan ….tidak dalam rangka demokrasi yang sama, Yaktapena pun membuat sejarah, 50 tahun mulai 1967-2017 , 50 Tahun Reuni Akbar Yayasan Yaktapena I Kompleks Pertamina Plaju Palembang Sumatera Bagian Selatan- Justeru yang paling menghebohkan Angkatan 1984-1987, adik-adik saya saja enggak seheboh angkatan Ayuk/Kakak kelasnyoooooo/ Ank. kita.

-   Ninja Wallet cindera mata dari Elan Patria, berupa kartu ATM dimana terdapat ruler / penggaris 5 inchi, pembuka botol, pembuka lain-lainnya,  sebelom-sebelomnyo lah membantu Nininq membuka tas kopernyo yang password gemboknyo lupo, thanks Elan pemberianmu sebelom-sebelomnyo telah ada manfaatnya, tepat guna, tepat waktu  akhirnya bias dibuka tanpa merusak gembok dan tas koper itu sendiri……..tidak perlu basa- basi memanggil tim keamanan/ sekuriti….


TUKARAN KADO
-   Hasil saling tukeran kado juga berkesan,sebelah saya, berdiri Nining mendapatkan T-Shirt brewarna abu-abu entah dari mana dan kawan siapa, yang jelas pada tengah malam –aqu kedinginan- karena persediaan bajuku memang terlalu minimalis, ingin menghubungi Nining tapi ngga tahu nomor dan pesawat kamarnya, hasrat hati ingin meminjam T Shirt tsb untuk menghapus dingin tapi segera saya batalkan  ingat bahwa saya membawa selimut hidup dari Bali heheheeeeee… terjawab semua…….pada akhirnya tetap saya memakai dress code black n white itulah sampai pagi……



Efek Kacang Merah ala Rudy Sonarie…..

Reuni tidak hanya merembet saat breakfast saja keesokan harinya tapi ke tempat-tempat menjual makanan khas Palembang spt pempek Vico, Candy dan Beringin, Salah seorang teman/ anggota reuni dapat ditemukan disana, alhasil menyambung ngobrol lagi hehehehe…..dak sudah-sudah ya prens, gpp namanya masih temu kangen jadi puas-puaskan sahaja mumpung maseh di kota tercinto Palembang Kota BARI, Bersih Indah dan Berseri akhirnya ku  menggondol semua pempek yang ada disana sampai-sampai kawan tidak kebagian wkwkwkwkwkwk….,

 Ooh, mang Rudy Sonarie dengan puteri cantiknyo serta adik perempuannya yang bernama Endah dan anak-anaknyo , juga bekas tetanggaku di PLAJU 305   -kenangan masa kecil terulang kembali , ingat saat-sat kecil dulu bermain, bercengkrama, main calak cadang, musuhan, main bentenhg dsb kawan sepermainanku yang bertemu sempat menghadiahi sebotol farfum dari Batam, (biar yang lain sirik ……rejeki tidak sama) , bertemu juga Bik Cek Ummi Kalsum sak anak lelaki dan suami tercinta ikut pula meramaikan depot Pempek & Es Kacang Merah Vico yang terletak di JL. Letkol, Iskandar No. 541-542 Telp. 0711-316066, Palembang.  Bukan itu saja tempat reuni berikutnya, di Bandara Sultan Badaruddin II , Pelabuhan Udara Palembang: hahahahaaaa…..bertemu pula teman2 bulagos yang lainnya mang Decky Setyo yang selalu nempel dengan sahabat karibnya mang Taufik Manfaluty ….uji Hexxy , oy mang cek Decky idak sempat pamitan samo aku,…..kusampaiakn juga kepada Decky tentang hal tsb, uji mang Decky,” lha sudah pamitan waktu malam reuni, 2 sekawan ini juga datang sewaktu anak sulungku  melangsungkan pesta pernikahan di Gedung depan Makam Pahlawan Kalibata Pasar Minggu.Terlihat  juga Lita Iswahyudini, waktu itu petugas Lion Air- menginstruksikan kepada penumpang agar segera naik ke Pesawat Batik Air-JT….., saya en Suami sudah mengantri ,” Gek aku doakan jugo ye, Tun pesawatku idak delay , pesawat Lita tujuan Surabaya. Saya mengaminkan kata-kata Jeng Lita tersebut…

-       DIDI SAIDINA mengantar teman-teman wanita berbelanja oleh-oleh……

-       MIE CELOR-26 YANG BATAL….

-       PEMPEK CANDY, BERINGIN DAN VICO SERTA KELEMPANG PESANAN TEMAN-TEMAN telah diinfokan panitia, gampang itu…

-       PEPATAH TIONGKOK BY SUDIBYO
(baco dewek, ado di screenshot…)

-       LAGU PERAWAN N JANDA REQUES UMIDAR NAMUN TIDAK TERLAKSANA, KARENA PIHAK BAND ENGGAK BISA MENGIRINGINYA KARENA SPESIAL LAGU JAZZ N POP KREATIP…

-     Okelah kawan-kawan hari ini aku lanjutkan pembuatan tabloid kita, Pagi tadi begitu aku menyanyikan lagu Batak Say Anju Ma Au , aku teringat lagi  dengan Wesly Simamora, Marice Gultom dan Merry Natalina hehehehe, kemarin itu ketika mereka nyanyikan lagu itu aku serasa ingin mikut nak nyanyi pulok tapi malu olenyo namo aku belom disebut-sebut samo Dulur Restuanda hehehehe.

-     Sorry kawan, aku mulai mengingat lagi…..

-     Hari ini tanggal 29 April 2017, hari Sabtu Ida Harisch Dudany India dan my Anju bertolak kembali ke India naik pesawat sore men dak salah aku baco di group, sedangkan dokter kito Eri Achmad Achdiar sedang di Bali , Daerah Nusa Dua sedang seminar, jugo cengkila istirahat selepas seminggu ini beban kerja lumayan berat. kurang lebihnyo mungkin samo dengan kawan-kawan bulagoz yang lain sehabis reuni dilanjut dengan seabrek aktifitas ngapo dak pening tujuh keliling, macem-macem cara yang ditempuh: ado yang mandi kembang tujuh rupa , Sauna en berenang di Hotel, mungkin jugo ado yang berendam di kolam air panas di Buleleng-Bali misalnyo….., ado yang cukup dipijat bae samo tukang pijat tradisional, ncak aku yang mungkin sedang beruntung , tukang pijatnya sering mijat tubuhnyo Mbak Titiek Soeharto kalo Mbak Titiek yang mantan Pak Prabowo itu ke Bali yang mijit seluruh badan dio ya Mbak Is ini, memang lemak nian pijitannyo…seluruh otot yang dio bilang “merengkel kabeh”itu diperotolinyo sikok-sikok  , sakittttt memang otot aku …akhirnyo biar otot idak merengkel en segera sembuh aku tahankan saja.  yo pulok nak makmano ,

-      JUMAT, Tanggal 21 April 2017 sehari sebelum reuni sementaro rombongan Anita Purwanti, Sudibyo, dan Eri Achmad la tibo dari Jakarta lah ada di Bandara Sultan Badaruddin II Bandara Palembang, aku maseh di kantor Gubernuran Bali, oy seraso nak nangis…oy pacak dak melok reunion jugo diri ini- mencocokkan jadwal aku dan suami saronyo mintak ampyun- sore Jum”at itu laki aku maseh menguji mahasiswa di UNUD dua orang mulai jam 08.30 Wita s/d Jam 13.00 wita, aku harusnyo pulang kerjo jam 13.00 wita malah terhalang masih ngurusin administrasi Hibah Bansos –Biro Umum Setda Provinsi Bali- sebagai Leading Sectror pake Aplikasi computer pulo yang kadang-kadang conneck kadang2 indak.


-     Pasrah baelah…aku kurang lebih sama dengan kawans bulagos yang lainnya, sepertinya, mundur maju, dulur yang lain mungkin  sama halnya dengan IVO Yanimar , Tiolina Parsaoran -Hutapea yang sempat WA aku-sebelom aku berangkat, TITIEK GANI yang meminta bertemu dengan aku, Bos YULIA NINGDOP teman sebangku aku waktu esde, etc….
-     Memang patokan kito cengkilah Group Whats Aap…tiap saat dibuka, nak jingok kabar ter up-date…

TUKAR-TUKARAN KADO
-     Boleh jugo ide Bicik Waya2, (MC KONDANG -d Plembang), para Bulagozer membuat lingkaran kado yang bebungkus kertas koran itu dari tangan yang sikok berpindah terus ketangan anggota bulagoz yang lain, terus berpindah lagi berpindah lagi sempat berputar  3 kali, ado jugo kawan yang belum megang hadiah itu, dienjuk yg megang lebih bungkusan, sebelah aku NINING dapet baju kaos warnonyo abu-abu …mungkin dari Mang Abu Hoyer Ganie….mengkaleeee…nahhh T.Shirt NINING tuh malamnyo sempat aku nak cari maksudnyo nak kupinjem, olenyo aku kedinginan, terus terang dari Bali aku hanya bawa baju 2 lembar dari Sabtu-SEnen madain aku pake baju hijau tulah jadi malemnya aku memang pake sesuai dress code Panitia Reuni Black-White madain pulok aku tedok pake baju putih reuni…..namun NINING tidak terdeteksi oleh aku…..sutralah akhirnyo aku memang tedok pake baju putih-baju reuni aku…, Sorry Ning…. Ado yang dapet mug besak terbuat dari  aluminium, ado coklat merk Crunchcy-hehehe 2 ikok, ado yang dapet earphone (headset)  n sepak ballpoint, dll , iya temans sekedar seru-seruan bae sekedar cinderamata-tando kasih dari sahabat untuk sahabat tidak ada maksud apa-apa, mungkin keberuntungan kita lebih kepada kesehatan dan umur panjang, bersyukur kepada Allah SWT/Tuhan Yang Maha Kuasa kita bisa berkumpul seperti saat kita kecil dulu…

-     Kabar tentang meninggalnya rekan dan juga orang tua alumni bulagoz turut mengisi berita Tabloid April 2017. Juga perjalanan spiritual Notaris Hexxy Nurbaiti Ariesi dan anak sulungnya Wildan ke Mekah membuka cakrawala kita dalam memberi respek beragama.Mang Juhay pun tidak ketinggalan , bercerita tentang bagaimana usahanya melamar pekerjaan dengat kiat-kiat dan siasat pantunnya yang khas Palembang membuat Dulur Elan Patria dan Dulur-dulur bulagoz terpana dan terpingkal-pingkal (kiriman dari dulur-Wesly yang lah tamat/diam-diam berguru kelakar betok langsung dengan wong Palembangnyo, yg katanya negeri antah berantah…. sempat-sempatnya mendapat ilham ketika di Plembang), siapa tahu justeru itu samarannya? Hahaha…..dulur Sudibyo –Rio Prihadono dengan kepiawaiannya melemparkan kata-kata bijak Pepatah Tiongkok-yang direspon banyak teman….ada lagi ngggak Mas….yang serupa bagus buat perenungan dulur-dulur semua baik yang di kota Palembang atau dulur yang diluar kota Palembang hihihihi…


Hotel Grandzury,
KENANGAN TERINDAH
LITA, sewaktu maseh di Bali aku bertanya-tanya Lita?, yang mana ya….dengan halnya Ida India aliias Ida Harisch Dudani-aku belum kenal betul dengannya tapi telah akrab dan berteman di medsos ternyata kenyataanya begitu bertemu sudah langsung akrab  haakrab dengan emaknya…akrab juga dengan my Anju Harisc Dudany –Ida junior haha….sesuatu banget ya sis…
LIta, begitu bertemu, Oohhh….. Lita yang dulu esde berambut panjang-dikepang dua, yang rumahnya dekat-di sebelah barat  esde nasional, ngga berani bilang gendut-bersih-matanya bulat,  kalo sekolah mengadakan acaraapa saja, dikulkas rumahnya selalu penuh dengan rebusan bulatan-bulatan  tekwan disisi –sisinya, sosok Lita cengkilah kenal teman semasa esde nasional, saat itu Lita berteman akrab dengan Elada….Lita, sosok teman kecil yang akrab- begitu kawan-kawan pada pamitan –siapa kloter pertama datang-kloter pertama pula pulang dan berpamitan, aku tak kuasa melihat pemandangan yang menyedihkan itu ,Lita bagai seorang emak melepas kepergian dulur satu persatu ditingkahi cipika cipiki- Wesly Simamora, Eri Achmad Achdiar, Sudibyo, Anita Purwanti. Dulur Hariani Maulina, ‘penyanyi keroncong kemayoran’ kami masa kecil (dulu kelas V Be,  pas pelajaran kesenian yang ngajar pak Panggabean),  juga setali tiga uang –ambil bagian berperilaku yang sama melepas dulur-dulur pulang kembali ke kota masing-masing Jakarta, Bandung dan sekitarnya, sedih….sedih pasti tapi nanti kita kumpul lagi kan? , diagendakan membuat agenda pertemuan reuni rutin paling tidak setahun sekali, panitia janji melalui aku….kemudian perlu disinggung Alumni Mantu, ada yang pergi, ada juga yang datang.Ada kabar duka, datang juga kabar bahagia, beberapa Alumni Yaktapena yang mantu  walau sudah lewat , spt penulis (tahun 2013 mantu, di Jakarta ada kok perwakilan bulagos yang hadir spt. Dulur Decky Setyo, Taufik Manfaluty & pasutri Sherlyana, hihihihihi….), Penulis mengucapkan Matur Sembah Nuwun enggih mungkin alumni angkatan lain akan segera menyusul Mantu juga????, Ooh iya baru aku ingat sekitaran bulan Maret 2017 tanggalnya lupa betapa dulur kita ini sangat amat gusar, bingung tujuh keliling karena sebagai orang tua mempersiapkan sendiri segala sesuatunya dan Titiek Ganie juga Mantu, anaknya yang Sulung Ary-acara berlangsung meriah dan sukses di Kota Lampung tepatnya di Metro, bener nggak dulur Titiek Ganie. Segera menyusul Putri yang nomor dua namun masih resepsi penikahannya – Insya Allah dilangsungkan di Kota Palembang inilah…….  Maseh dirahasiakan kapan tepatnya mulai acara minang, pernikahan dari calon mantu  Dulur kita ini, bagaimana kalau kita tunggu kabar bahagia selanjutnya dari dia. Selamat, semoga acara berjalan lancar dan seluruh keluarga memperoleh berkah Tuhan YME

-Gua solat dulu nih…..

-Pulang ke alam baka
Mengetahui satu demi satu alumni bulagoz diutus kembali kealam baka, drg. Irwan Zen, membuat kita semakin menyadari untuk kian menambah kuantitas dan kualitas tabungan perbuatan baik diduania fana sehingga tidak mencemaskan datangnya penjemputan yang tak pernah bisa  diduga itu.
Salah satu alumni bulagos angkatan 1984 (teman esde Nasional-Esempe yaktapena I),  Almarhum Drg. Irwan Zen, Almarhum Muhammad Fauzy, Almarhumah Helny.(Sumber info: Hajjah Tri Handayani Yamin & Siswandy Ntiz Hambali); SMS dan  info bulagos  fesbuker teranyar : Ibunda dulur Taufik Manfaluti wafat :, yang lebih baru lagi Opa mang Tjipto Prihambodo hari ini tanggal 30 April 2017 dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, selamat jalan Opa, Rest In Peace……Semoga DAmai Disana
-       Apa lagi ya ditulis
-        
-        Saat datang dan mau kembali pulang, mata aku melihat banyak rusun (rumah susun) yg sudah dibangun disepanjang jalan dari kota menuju Bandara (jalan alternatif  (jalan tikus) menuju bandara Sultan Badaruddin II , yang selayaknya belum pas untuk dibangun, untuk mengatasi kepadatan lalulintas ataupun melonjaknya laju penduduk pendatang, namun disisi lain disekitar kota Palembang masih terdapat lahan yang sangat luas, untuk dipergunakan usaha-usaha yang lebih produktif. Rusun yang ada didalam kota akan mnjadi mubazir alias kosong sebaeknya pemerintah daerah Palembang mengalokasikan mempersiapkan penduduk pendatang yng letaknya agak jauh dari kota sebagai rumah-rumah yang dapat dimanfaatkan untuk mendatangkan pajak untuk disewa-sewakan kepada masyarakat2 pendatang yang mencari nafkah di kota Palembang dengan harga yang murah(jadi tanahnya saja yang dikontrak2an), seperti adanya diluar negeri a.l  Australia, dengan harga-harga murah sehingga pemda mendapatkan pajak/ masukan dan masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang murah, hehehehe….titip pesan kepada anggota bulagos yang juga anggota ASN enggih….

-       Makanan sudah berikut FOto-foto…

-       Kilas balik, dulutu sewaktu esempe menjelang ujian pernah belajar kelompok di Bagus Kuning, dirumah Eem Suhaimah kursus mata pelajaran Matematika dengan Pak Nababan, ada juga kawan cowok antara ENtiz atau Fatony, jadi rata-rata nilai kelompok belajar kami besak dan yang lebih besak cengkilah dulur Eem….

-       Apolagi la ye

-       Oy

-       Masa Kecik?

-       Apodio

-       Woy
















































































-