Rabu, 05 September 2018

masihgoa Samarinda....II

Kalau dilihat memang itu buatan manusia, tapi tak mungkin galian minyak masak minyak di gali, biasanya minyak itu di bor ya kita ikut bersyukur karena masih banyak peninggalan yang bisa ke buka di bumi Indonesia, semoga ada perhatian dari yang berwajib dan diteliti kebenarannya .
Like · Reply · Dec 31, 2015 9:38am (kiriman dari @Argo Condro)

wah, kalo yg begituan di kota Bukit Tinggi dan Sawahlunto di Sumatera Barat udah gak aneh... Lobang bekas benteng pertahanan Jepang dulu berada di bawah pusat kota Bukit Tinggi dikenal dengan nama lobang Jepang. Kalo di Sawahlunto bekas galian tambang batubara zaman penjajahan Belanda dulu yg sudah lama ditutup beberapa tahun yg lalu dibuka lagi oleh pemerintah utk dijadikan objek wisata. Pas dibuka lagi baru ketahuan ada tulang2 tengkorak manusia yg terkubur di lobang bekas tambang itu. Menurut berita, tulang2 tengkorak manusia itu adalah pekerja paksa zaman penjajahan. Di atas lobang galian tambang batubara itu sudah puluhan tahun berdiri rumah2 penduduk... bagi penduduk yg mungkin pakai air galian tanah, bisa jadi airnya sudah bercampur dengan tulang2 tengkorak manusia itu, karena begitu lobang galian itu dibuka lagi setelah sekian lama ditutup, lobang itu dipenuhi oleh air...
Like · Reply · 1 · Dec 28, 2015 12:18pm, ( kiriman dari @Fahmi Amiank Sjofjan)


Buat yang belum tahu, kebetulan saya orang Samarinda. Lubang itu memang lubang peninggalan masa perang dulu. Menurut cerita orang tua di Samarinda . Dahulu di pinggir sungai Mahakam ada rumah peristirahatan Bung Karno. Cuma sayang rumah tersebut skrg sudah di bongkar berganti dengan taman lampion. Nah dibawah rumah itu ada terowongan perlindungan yang menuju ke pusat kota. Disinyalir terowongan yang ditemukan merupakan bagian dari terowongan tsb. Karena letaknya lumayan dekat antara lokasi temuan dan area bekas rumah peristirahatan Bung Karno (kiriman dari @Kurniawan tifa).


alau memprhatikan dindingnya persis Gua Jepang di Bukit tinggi yg panjangnya bekilo-kilo meter. aku dah pernah masuk ke sana. kalau disana dibuat cabang2 dan di funsikan sebagai banker dll.
Like · Reply · Dec 30, 2015 10:09am (kiriman @Tata Riyanta).


Sama seperti yang ada di kediri jatim.... gua surowono... terowongan panjang di bawah tanah dengan aliran sungai yang sangat jernih... dan sudah menjadi tempat wisata
Like · Reply · 2 · Dec 28, 2015 3:53am, (kiriman @Jesy Putro Vianto).


Yang buat Gua itu orang pribumi dan begitu selesai semuanya di bunuh oleh tentara Jepang. Untung saja kota Nagasaki dan Hirosima di bom tentara sekutu Amerika jika tidak rakyat Indonesia lebih menderita dengan kekejaman tentara Jepang dan akhirnya menyerah tanpa syarat dan angkat kaki dari bumi Indonesia.
Like · Reply · 3 · Dec 27, 2015 7:01pm, kiriman dari @Jo Ambros UnKlab.


Is that true ?...apakah ada data yang menguatkan hal ini, dibuat oleh pribumi dan begitu selesai semuanya di bunuh oleh tentara Jepang...maaf sblumnya, Alangkah baiknya klu ada bukti sejarahnya yg lebih otentik...karna dalam berita hanya mengatakan : (Warga setempat menduga gua itu merupakan peninggalan tentara Jepang)
Like · Reply · 2 · Dec 27, 2015 8:03pmEdited, kiriman dari @Adessarman Sahlan.


Adessarman Sahlan cari dan tanyakan pada pelaku yang sempat meloloskan diri sebelum di bunuh pada saat pekerjaan selesai.Begitu juga harta-harta karun yang tersimpan/ditanam saat tentara Jepang meninggalkan Indonesia tidak pernah di ketahui oleh orang pribumi karena selesai menggali lobang di kubur bersama-sama dengan harta karun itu dan mereka mencatat titik koordinatnya. Tahun 1980an mereka mulai mencari tempat2 tersebut bekerja sama dengan salah satu anak orang penguasa di negara ini waktu itu serta melibatkan aparat negara dengan terlebih dahulu mengirim kurir ke lokasi itu sesuai titik koordinatnya dan untuk tidak di curigai kurir tersebut beralasan mencari kupu-kupu melibatkan beberapa penduduk setempat mengarah ke titik itu.Setelah beberapa hari kemudian ada 3 helkopter yang bolak balik turun di lokasi itu yang sangat jauh dengan perkampungan. Beberapa hari kemudian penduduk ke lokasi tsb karena merasa curiga dan ternyata mendapatkan lobang galian berukuran 3 m X 3 m dengan kedalaman 4 meter serta lokasi helipat. Bisa saja di daerah anda juga demikian karena di duduki tentara Jepang.
Like · Reply · 3 · Dec 27, 2015 8:50pm, Kiriman @Jo Ambros UnKlabat.


kalau bener ..siapa tau didalam ada tulang tengkorak serdadu lengkap dengan helem baja serta lubang peluru dikepala didekat tengkorak tsb tergeletak sebuah kotak besi yg berisi senjata & amunisi rampasan perang ,radio transmisi tua yg sudah tidak aktif ,serta peninggalan dokumen2 tentang perang yg dulu terjadi disana..benar2 bisa jadi asset peninggalan yg bersejarah..
Like · Reply · 2 · Dec 29, 2015 9:08am, kiriman @Sahid Fahmy Rafianto.


itu goa jepang, semoga ini yang terpanjang mengalahkan goa jepang di bukittinggi sumbar grin emoticon
Like · Reply · Dec 27, 2015 2:13am, kiriman @Rachmad Syahbandi.


ada saat pendudukan jepang di Asia Pasifik emasrampasan jepang sekitar 1,5 ton lantakan tidak sempat dibawa ke jepang dan disembunyikan dikalimantan timur, cuma sayang tidak ada yang tau bagian mana dari kalimantan timur tempat emas tersebut. mantan tentara jepang siasa perang dunia yang saya antar sebagai turis bercerita tentang itu.
Like · Reply · 1 · Dec 26, 2015 7:20pm, kiriman @Ibnu Saleh.


Mohon maaf bagi Saudara dan Saudari yang mengatakan bahwa Goa ini ilistrasi maupun keberadaannya tidak benar, Saya sebagai orang Kalimantan Timur tepatnya di Samarinda dan juga sangat dekat dengan Goa yang ditemukan itu memang benar adanya, artinya Goa tersebut memang benar ada.
Unlike · Reply · 4 · Dec 26, 2015 10:44am, @Zainal Aripin.


Menyambung postingan sodara@Bastiar Pay ,dan sodara @Robby Octavian dan sodara @Andrian Librarian ,kejadiannya sama di @KODAM Denpasar Bali Jalan Beliton th 70'an wkt itu suami masih SMA lihat gua jmn Belanda krn itu merup. batas tentara Jpg ktnya yg tdk terpakai lg (awalnya krn org tdk tau) mkn skrg sdh dimanfaatkan oleh tentara KOdam dalam kegiatan kemiliteran mereka, letaknya depan klinik @Dr. Suanda Duarsa (dulu), di belakang Dinas PU Propinsi Bali, Membangun/ renovasi Kodam utk dipembangunan gedung bertingkat. Gua yg ditemukan di Samarinda jg spt hal yg sama , kalau tdk dimintak Walikot...See More
Like · Reply · Dec 26, 2015 10:24amEdited, kiriman dari +apri ningsih 
enyambung postingan sodara@Bastiar Pay ,dan sodara @Robby Octavian dan sodara @Andrian Librarian ,kejadiannya sama di @KODAM Denpasar Bali Jalan Beliton th 70'an wkt itu suami masih SMA lihat gua jmn Belanda krn itu merup. batas tentara Jpg ktnya yg tdk terpakai lg (awalnya krn org tdk tau) mkn skrg sdh dimanfaatkan oleh tentara KOdam dalam kegiatan kemiliteran mereka, letaknya depan klinik @Dr. Suanda Duarsa (dulu), di belakang Dinas PU Propinsi Bali, Membangun/ renovasi Kodam utk dipembangunan gedung bertingkat. Gua yg ditemukan di Samarinda jg spt hal yg sama , kalau tdk dimintak Walikot...See More
Heldi Yanur ·
Works at Jurnalist
Mohon maaf saya Heldi - Wartawan di Samarinda, berita ini dan gambar ini benar adanya, mohon maaf mungkin rimanews dalam pemuatan gambar bisa lebih teliti menuliskan keterangan gambar (jangan ditulis ilustrasi) karena foto ini adalah original objek berita. berikut link berita yang bisa menjawab pertanyaan rekan-rekan. Terimakasih.http://kaltim.tribunnews.com/.../warga-temukan-goa-jepang...
Like · Reply · 5 · Dec 26, 2015 10:17am

Gambar d'atas tuh asli bkn ilustrasi,org yg d'foto itu org yg pnya rmh.. Awal ny' gk ad yg brni msuk, krn sy pnya rasa pnasaran yg tinggi soal sjarah sy nyoba telusuri langsunk dlm goa. Tapi kurank drii 100mtr jln ny' buntu akibat runtuhan jadi sy kmbli. Dan air d'dlm goa tersbut sdh d'sedot menggunakan alkon slama hampir 2 minggu agar bisa memudahkan penelitian lbh lanjut,tapi air ny' gk prnh surut krna jarak goa dari sungai mahakam tdk jauh. Dan sampah" tersebut sdh sy pastikan datang ny' drii ujunk goa yg buntu ktika sy cek memiliki 2 jalur yg slah 1 ny' mengarah ke atas
Unlike · Reply · 8 · Dec 26, 2015 5:27am, kiriman @Andrian Libraria.


Saya dari Samarinda, dan soal gua ini benar, pintu masuk ada di dekat POM bensin, pinggir sungai mahakam, dibawah pohon beringin (sekarang taman teluk lerong), masih di jl RE martadinata. Penduduk Samarinda modern memang khususnya pendatang memang ga banyak yang tau, karena letaknya ga kasat mata. Tapi bagi yang sudah menempati samarinda sejak pasca kemerdekaan, gua ini bukan hal asing.
Unlike · Reply · 3 · Dec 25, 2015 10:45pm, kiriman dari @Robby Octavian.
Bastiar Pay ·
dulu didepan pohon beringin besar itu ada rumah besar yang menghadap ke sungai mahakam kemungkinan itu dulu rumah peninggalan belanda, tapi karena kebodohan dan keegoisan walikota samarinda pada saat itu bangunan bersejarah itu diratakan dengan tanah dengan alasan jalur hijau. Ada kemungkinan lorong bawah tanah itu berhubungan dengan rumah besar yang telah diratakan dengan tanah oleh pejabat walikota samarinda saat itu.
Unlike · Reply · 3 · Dec 25, 2015 11:35pmEdited
Mee Jay ·
Bastiar Pay hilang daech bukti sejarah,knp yach terutama di kota2 besar di Indonesia selalu mengusur rumah22 peninggalan belanda
Unlike · Reply · 2 · Dec 26, 2015 8:55am

Mee Jay, itulah kebodohan Oknum Pejabat yang tidak mengetahui seluk beluk Kota Samarinda, Saya dan Keluarga Besar pun menyesal dipindahkan dari Kampung HBS.
Like · Reply · Dec 26, 2015 10:50am, kiriman dari @Zainal Aripin.
Heldi Yanur ·
Works at Jurnalist
Mohon maaf saya Heldi - Wartawan di Samarinda,







Like · Reply · 23 · Dec 28, 2015 10:18pm

Gorong-Gorong di Teluk Lerong Bikin Gempar, Diduga Tembus ke Samarinda Seberang, I


SEBUAH terowongan besar ditemukan di bawah rumah warga di Jalan RE Martadinata, RT 02, Gang Wahyu, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Samarinda Ulu. Sejak tiga hari lalu, terowongan itu membuat gempar.

Diduga, gua dibangun oleh pasukan Jepang yang sempat menduduki Samarinda, tiga tahun sebelum masa kemerdekaan pada 1945. PasukanNippon memang punya strategi pertahanan dengan membuat terowongan bawah tanah.

Gua yang diduga peninggalan tentara Jepang itu ditemukan tak jauh dari jalan protokol. Tepatnya di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Teluk Lerong.  Dari mulut Gang Wahyu, warga tinggal masuk sejauh 100 meter. Rumah gua tepat samping musala. 

Anwar Darmawan adalah pemilik rumah “bergua”. Pria 61 tahun yang punya empat anak tersebut mengisahkan awal mula penemuan gua. Dia menceritakan, gua sebenarnya sudah ditemukan sejak masih muda. Saat itu, usianya masih 20 tahun.

Orangtua Anwar memiliki tanah cukup luas di kawasan Teluk Lerong. Ayahnya lantas membagikan tanah kepada delapan anak.

“Nah, saya mendapat tempat ini. Saat itu, ada lubang kecil di atasnya,” kenangnya.

Dia belum sadar lubang besar itu adalah gua. Warga kerap membuat lubang itu sebagai tempat membuang sampah. Ketika hendak membangun rumah, lubang ditimbun dengan tanah uruk.

Lebih dari 20 tahun, pria kelahiran 1 Januari 1954 itu mengamati keramik lantai kamar mulai retak. Dinding rumah dari beton pun ikut rengkah.

“Saya ketuk keramik, terdengar suara kosong. Saya siram dengan air, airnya merembes ke pecahan keramik,” kata pria yang pernah bekerja di PT Segara Timber, sebuah perusahaan kayu lapis yang jaya pada era 1980-an.

Memastikan ada yang tak beres, Anwar mengambil palu besar. Dia memukul lantai kamar.

Bruk! Tanah ambruk. Seketika lubang besar terbuka. Dia pun teringat lubang yang dulu ditutup ketika membangun rumah.

Namun, Anwar tidak langsung memastikan isi gua. Setelah memberi tahu kerabat, Anwar bersama rekan baru berani memeriksa kondisi gua yang mirip terowongan itu.

Gorong-gorong tersebut memiliki tinggi 3 meter dengan lebar sekitar 1,5 meter. Dengan dasar berlumpur, terowongan berisi air setinggi pinggang orang.

“Saya khawatir ada hewan, gas beracun, atau benda berbahaya di dalam gua. Jadi kami membawa peralatan untuk jaga diri,”  kata pria yang sehari-hari memelihara ikan di Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar), itu.

Anwar menjelaskan lebih detail. Di dalam gua, setelah melewati 50 meter, ada jalan masuk berbentuk terowongan. Gua melebar dan ada ruang untuk menggelar pertemuan. Di bagian atas lorong,  terdiri dari campuran pasir dan batu. Sementara itu, pinggiran gua bisa dipakai untuk beristirahat.

Jika sepintas dilihat dari luar, gua tampak bercabang. Padahal tidak. Gua mengecil sekitar 200 meter dari titik pertama. Ujung gua tertutup runtuhan pasir dan diduga tembus ke seberang jalan protokol atau di tepi Sungai Mahakam.

“Sepertinya longsor jadi tertutup,” sebut dia.

Anwar yang masih penasaran, bersama beberapa rekan, lalu menguras air yang menggenangi gua dengan pompa. Ratusan warga juga penasaran dengan gua itu.

“Saya sediakan lampu dan tangga. Jadi, warga yang ingin melihat bisa turun,” tambahnya.

Mitos gua peninggalan Jepang di kawasan Teluk Lerong bukan perkara baru. Sejumlah warga yang tinggal di daerah itu meyakini, mulut gua di bawah bukit samping SPBU Teluk Lerong. Saat ini, tertutup tembok yang penuh coretan.

Sebagian warga malah meyakini, gua berujung di Samarinda Seberang. Jika desas-desus itu benar, gua dibangun di bawah Sungai Mahakam.

Penemuan terowongan juga menambah keyakinan warga. Beberapa orang menduga, Jalan Gajah Mada di depan Markas Korem 091/Aji Surya Natakesuma yang ambles pada 2012 lalu disebabkan gua peninggalan Jepang.

Lurah Teluk Lerong Ilir Muhammad Joni mengatakan, untuk mencegah kecelakaan, pihaknya meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda. Mereka akan memeriksa kondisi gua. Dikhawatirkan, ada gas beracun yang membahayakan pengunjung yang mencoba melihat kondisi gua.

Nggak tahulah ya, mungkin phobia, takut akan sesuatu yang belum jelas, kalau saya ke suatu kamar (tidur) saya ketakutan seolah-olah dibawah kamar saya itu ada goa seperti di Samarinda, Goa peninggalan jaman Jepang....
Dari kemarin saya ikut memikirkannya (goa Samarinda tsb)...



Kamis, 30 Agustus 2018

PANTI ASUHAN AL-INAYAH KEDIRI TABANAN, HUT ANANDA PASCA REGAL DAN DR. DAUD WISNU ADIPUTRA

Panti Asuhan Al- INAYAH Kediri Tabanan, pas acara HUT Bang Aca tanggal 12 Agustus 2018, Alhamdulillah banyak saudara , teman yang membantu dan mengantar 70 nasi kotak dan kueh-kueh serta pempek Ummi -Penamparan Utara dengan acara Syukuran dan Titip Do'a.

Anak2 juga antusias, senang dan bangga, ukuwah tali silaturahmi tetap terjaga, Teman2 yang ikut dan membantu suksesnya acara   a.l : @ Bu Hajjah Amin, @Totok Sasmianto-Pak/Bu Aril, @Liz Damayanti, @Aminatus Sa'diyah Amanantara, @Su Imah Bu Dewa, @Bu Ustadz Aziz, @Apriyatuningsiih Tjerita, Temennya Pak Darto, @Mas Janggreng, @Kadek Erlin Putri Febriyanti, @Kadek Diah , Puta , Aril, Cyndy, Kel Bu Rudi, dll


























Pulangnya aku, Erlin, Diah dan Bu Ustadz Aziz singgah sebentar menengok Dek Putri yang sedang memuntut ilmu di Pondok Pesantren dekat Mesjid di Kediri juga tidak jauh dengan panti Asuhan Al-Inayah, ternyata syukur Alhamdulillah dek Putri sedang dituntun menjadi seorang tutor/ guru membimbing teman2 sesama menuntut ilmu agama Iaslam di Ponpes, Allahumma Bissowab, buah jatuh tidak jauh2 dari pohonnya (Ustadz Aziz, Alm).

Senin, 21 Mei 2018

Story Of My Life: akhirnya berpisah juga deh sm my bos jung nony hihihi...

dimana mana yang namanya bos selalu tidak pernah sepaham dengan bawahan, di instansi dmn pun itu di Indonesia, termasuk di Bali. Dalam kurun 1996 hingga 2018 (RS Kusta/Rehabilitasi Medik/RS  INdera Prov Bali/RS Mata Bali Mandara, Biro ASet Setda Prov Bali, Biro UMum SEtda Prov Bali dan Dinas Perpustakaan dan Arsip), dengan berganti atasaan langsung atawa bos membuatku kenyang pengalaman dan paling tidak banyak tahu tentang karakter masing-masing bos, kenyang pengalaman, sadaggggghhhh

Aku ingin mengulas dan menulis sedikit kenanganku sewaktu bertugas dgn beliau ,bos yang paling cantik dan  kaya ini (berasal dari Puri Denpasar,

Bangli-Bali),  sport jantung mungkin sudah biasa, adu nyali di Ancol mkn sudah terbiasa, bekerjasama dgn org2 bertramental mungkin sudah terbiasa, cik SGM-jkt, emak Hj. Zatiyah Mahmud almarhumah heheheh-nanti kualat loh, dan sekarang masih juga mempunyai bos yang berperangai sama suratan nasib ataukah takdirku yang memang begini, lanjut dr. Srijoni, bu Muzni Kanwil JKT sohibnya Pak Baginda Nasution yang temankuh, Yaa Allah selalu membantu hambamu  yang tak berdaya inih, paling mengusik waktu dan fikiranku, setahun bergaul dengan bos ini cukup membuka cakrawala pikiranku bahwa manusia dilahirkan bukan hanya mengurusi harta semata tapi hal yang hakiki terkadang luput dari perhatian yaitu keadilan n  peri kemanusiaan hehehe kemungkinan aku berlebihan menilai beliau, bagaimanapun beliau adalah my bos saat ini dan nanti nggak ada bekas bos lah di dunia ini-yg jelas dia pernah baik terhadapkuh dan cucu ZIA yakan my bos yg cuantique

Pengalaman berkesan :

1. Dinas luar kota ke Surabaya (Bu Walikota Tri Rismarini), kegiatan kunjungan pengembangan
     penatakelolaan surat berbasis elektronik ke bagian umum kota SUrabaya Jatim, 16-17 Oktober
    2017(menginap di HTl bintang  7- JW Mariott lanjut besoknya sarapan pagi bareng 1 meja: bu
    Jung Nony, Bu dek Iradany, Kristiya Maya dan Apriyatuningsih Tjerita) sayang nggak ada
    photonya, tp nun jauh di meja seberang ada yg melirik sirik, Ni Made Rismayani dan Made
    Suastini, anak Santel- Biro Umum Setda Prov Bali...... hhhhhhh, hidup kok penuh kecemburuan
    woy!
2. SEwaktu jadi Tim Penanggulangan Bencana Gunung Merapi- saya dan Ibu JUng Nony ikut dalam
    Tim Pemprov Bali , kami diturunkan untuk mengevakuasi para pengungsi Gn Merapi di lapangan
    Gianyar- , mampir dl ke puri beliau di kawasan perumahan elite  Jl. Pemuda -Renon-untuk ganti
    kostum, dalam mobil dinas yang membawa kami ke tempat lokasi, beliau menawarkan kurma yang
    super lembut lp merknya, yang jelas sangat enak. Karena saking enanknya aku nggak malu-malu
    untuk terus mengambilnya dan langsung mengunyahnya kedalam mulutku, hahahahaha


   - Seingetkau (start awal September 2017-3 bulan kedepan OMG),  kami dari Pemprov Bali
      diturunkan ke 3 lokasi di pos-pos jaga pengungsi Gunung Agung, Polsek Blah Batuh Kelurahan
      Sampling dan  Manila's Tampak Siring Kabupaten Gianyar-
      Manukaya Desa Tampak Siring-Lapangan yang sebetulnya difungsikan sebagai Pasar 
      Tradisional, berhadapan dengan Gedung Sekolah SMK Pariwisata terkenal di Gianyar, seingetku
      sempat memberi tahu teman esde yang ng-WA duluan  tentang kepeduliannya terhadap teman
      esdenya yang tinggal diantara dekat dengan bencana Gn Merapi yang tengah erupsi, Marice
      Gultom, teman esde Nasional Plaju-Palembang yang sempat menaruh kekaguman karena salah
      satu siswa berprestasi pinter dan berani  dan juga kristen. Memang sempat menjadi perhatian
      dunia kala itu, erupsi Gunung Merapi dalam situasi SIAGA 1 sewaktu-waktu meletus-info
      (pengumuman resmi) dari
      DINAS TERKAIT al BMKG & BPBD PROVINSI BALI. pd tanggal 22 Oktober 2017 aku
      dipercaya o/ my bos gantikan beliau jd koordinator.
-     Sebelumnya memang ada instruksi dari Bapak Kepala Biro Umum Setda Prov Bali bahwa, kami
       yang masuk dalam tim tugasnya antara lain, MEMANTAU BANTUAN BUAT Pr PENGUNGSI
      ,pendistribusian apa saja , apa yang tidak ada , yang memang sifantnya SGR, kemana 
       dikoordinasikan , dicatat ,    dipantau selama 1x24 jam oeleh pihak terkait dan  laporkan di   
       GROUP dan langsung diteruskan  ke pimpinan yang lebih tinggi (Bapak Gub Bali), dan
       ditekankan lagi tidak boleh SELFIE!
       Ketika di tempat lokasi kami bertemu dan berfoto serta bertukar hadiah cindera mata kenang2an
       dengan LSM dari Jakarta, @samaritan's purse operation-chrismas child-yang terpusat di
       Amerika.
-      Itulah kenang2an pada beliau my bos, Jung Nony......

Add caption

ustad Aziz berpulang keharibaan Allah, Selasa 22 Mei 2017














10 PEBRUARI 2018, SABTU : MULAI MENULIS BERDASARKAN INGATAN -SEMOGA ALLAH MEMBIMBINGKU AMINNN YAROBB....

Perkenlanku dengan Keluarga Ustadz Aziz dimulai ketika pindah pengajian Bu Dhini , temanku Mimin yang ajak tahunnya lupa, nanti aku ingat lagi deh aku janji
- Sambil nyuci mpg hari Sabtu en Minggu
- Sambil buka akun smule, dengerin lagu2 di perpustakaan Pikmi Plaju -Palembang 30 tahu nan lalu
- Meninggalnya Ustadz Aziz meninggalkan banyak sekali kenang-kenangan, khususnya "TRIOKU" by P.ustadz, aqu, mimin dan bu Rara

- RSAD, RS. SANGLAH, KP. JAWA, RUMAH ABAH-YAI, MESJID KAMPUNG JAWA, 
- dr. Tya, dr. Noplinda Suardi MT, abang Waskita- Prov. Lampung- Pringsewu, p.Hj. /b. Hj Donny -Bintang, dan banyak lagi, hari itu benar-benar hari yang amat mendebarkan, herannya aku ikut ambil bagian didalamnya istilah tepatnya TERLIBAT, keterlibatanku ada kaitannya dengan orang-orang terdekatku seperti dr Linda, adik sepupu yang datang tanpa diundang (maksudnya kebetulan datang ke Pulau Dewata- bersama suami keduanya Abang Waskita yang domisili di Provinsi  Lampung dengan tidak sengaja juga aku undang datang ke RS Sanglah karena panik melihat kondisi Ustadz Aziz yang kian memburuk hari itu), seingatku hari Rabu dengan masih berseragam PNS aku hilir mudik tidak karuan di sepanjang RS Sanglah, sebenernya hari itu aku salah pake baju seharusnya pake seragam putih-hitam trade marknya Pak Presiden Jokowi, yang kebetulan aku diutus mewakili acara rapat daritempatku bekerja, biasa urusan wakil mewakili memang salah satu job descriptionku yang suka pamer unjuk kebolehan, padahal gayaku doang sok biar keliyatan hebat padahal memang hebat, hehehehe.

- Hari itu banyak sekali kejadian serba kebetulan, sewaktu pulang kerja jam 15.30 wita dari Kantor Gubernur -Niti Mandala Renon-mobilku meluncur kearah klinik tempat anaku, dr Tya bekerja-Klinik Surya Husada-maksud hati untuk bertukar kendaraan, mpbil yang kupakai maksud hati tukar dengan sepeda motor yang dapakai Tya, tp entah mengapa aku malah memarkir mobil di areal RS Sanglah dimana Pak Ustadz dirawat, Alhasil aku melongok kekamar Pak Ustadz Aziz dulu kan. Oh iya hari itu ada titipan Uang dari Hajjah Bu Adinda untuk menyumbang perbaikan musholah Gang Menuri, namanya amanah langsung saja aku sampaikan ke pak Ustadz Aziz yang Alahamdulillah langsung dipegangnya dan didoakannya sumbangan tsb. Ada pemandangan yang amat mengharukan, dimana bu Aziz tidur disebelah Pak Ustadz-1 bed, dengan super nyenyaknya, sementara pak Aziz hanya duduk dengan nafas tersengal-sengal. Jadi aku orang pertama datang dikamar tersebut sampai akhirnya teman-teman satu satu berdatangan karena kukabarkan kondisi beliau yang makin memburuk, termasuk adik sepupuku dr. Limda dan suaminya dari hotel di Sanur (paginya sudah bertemu di tempat rapat di hotel yang sama dengan suami dari adik sepupu- yang tadi sudah ku singgung terjadi secara kebetulan). Dengan dr. Linda perantara melalui perawat dan dokter menjadi nyambung- untung adiku sigap, namun kesigapan adik sepupu ini sebagai perantara antara tim kesehatan dengan pasien tidak terlalu bermanfaat juga-selain membantu memperlancar urusan konseling-tanya jawab-soal penyakit-usir mengusir para jemaah ustadz aziz yang memenuhi ruangan dengan keahliannya menyapa, memberi tahu pada mereka tentang penuhnya ruangan yg sempit berguna kepada keluarga terdekat saja apalagi ini sudah tahap diakhir.

 Sekedar Tambahan :
Almarhum Ustadz Aziz sangat senang dan bangga kalau  yang periksa dr. AA Made Berastia Anissa Fitri Tjerita, kalau anggota keluarganya sakit juga ingin sekali diperiksa oleh ananda dokter TYa ini,  entah mengapa (ini tambahan sedikit nggak nyambung), tp taapalah , sewaktu ananda Afif Baldi sakit gejala Typus, beberapa kali beliau menghubungi ananda Tya namun lama sekali belum direspon ananda Tya, ananda ingin kalau Afif datang langsung kerumah -tidak perlu via telepon (itu juga kalau annda Tya tidak sedang dinas di Klinik Surya Husada), masa lalu.....

Sampai saat ini kenang2an dari beliau, sebuah tabung oxygen teronggok disudut ruang klinik dr. Tya  yang terletak di Jalan Gunung Sangian No. 19 Kelurahan Padangsambian Denpasar Barat.
Dibantu anak istrinya ia (Ust. Aziz, Alm) mengumpulkan jemaah Wadah Silaturahmi yang sampai saat ini masih aktif , sepeninggal beliau ada juga TPQ Menuri yang langsung diasuh isteri beliau, Nyonya Endah Wahyuningsih yang berprofesi sebagai ASN (guru) dan anak2nya, Damaika Rizki, Zakiy Marenda, Afif Baldy dan Putri Halimatus Sa'diyah (maaf bila ada kesalahan tulisan nama2 putra putri beliau).