Anak2 juga antusias, senang dan bangga, ukuwah tali silaturahmi tetap terjaga, Teman2 yang ikut dan membantu suksesnya acara a.l : @ Bu Hajjah Amin, @Totok Sasmianto-Pak/Bu Aril, @Liz Damayanti, @Aminatus Sa'diyah Amanantara, @Su Imah Bu Dewa, @Bu Ustadz Aziz, @Apriyatuningsiih Tjerita, Temennya Pak Darto, @Mas Janggreng, @Kadek Erlin Putri Febriyanti, @Kadek Diah , Puta , Aril, Cyndy, Kel Bu Rudi, dll
Kamis, 30 Agustus 2018
PANTI ASUHAN AL-INAYAH KEDIRI TABANAN, HUT ANANDA PASCA REGAL DAN DR. DAUD WISNU ADIPUTRA
Panti Asuhan Al- INAYAH Kediri Tabanan, pas acara HUT Bang Aca tanggal 12 Agustus 2018, Alhamdulillah banyak saudara , teman yang membantu dan mengantar 70 nasi kotak dan kueh-kueh serta pempek Ummi -Penamparan Utara dengan acara Syukuran dan Titip Do'a.
Anak2 juga antusias, senang dan bangga, ukuwah tali silaturahmi tetap terjaga, Teman2 yang ikut dan membantu suksesnya acara a.l : @ Bu Hajjah Amin, @Totok Sasmianto-Pak/Bu Aril, @Liz Damayanti, @Aminatus Sa'diyah Amanantara, @Su Imah Bu Dewa, @Bu Ustadz Aziz, @Apriyatuningsiih Tjerita, Temennya Pak Darto, @Mas Janggreng, @Kadek Erlin Putri Febriyanti, @Kadek Diah , Puta , Aril, Cyndy, Kel Bu Rudi, dll
Pulangnya aku, Erlin, Diah dan Bu Ustadz Aziz singgah sebentar menengok Dek Putri yang sedang memuntut ilmu di Pondok Pesantren dekat Mesjid di Kediri juga tidak jauh dengan panti Asuhan Al-Inayah, ternyata syukur Alhamdulillah dek Putri sedang dituntun menjadi seorang tutor/ guru membimbing teman2 sesama menuntut ilmu agama Iaslam di Ponpes, Allahumma Bissowab, buah jatuh tidak jauh2 dari pohonnya (Ustadz Aziz, Alm).
Anak2 juga antusias, senang dan bangga, ukuwah tali silaturahmi tetap terjaga, Teman2 yang ikut dan membantu suksesnya acara a.l : @ Bu Hajjah Amin, @Totok Sasmianto-Pak/Bu Aril, @Liz Damayanti, @Aminatus Sa'diyah Amanantara, @Su Imah Bu Dewa, @Bu Ustadz Aziz, @Apriyatuningsiih Tjerita, Temennya Pak Darto, @Mas Janggreng, @Kadek Erlin Putri Febriyanti, @Kadek Diah , Puta , Aril, Cyndy, Kel Bu Rudi, dll
Senin, 21 Mei 2018
Story Of My Life: akhirnya berpisah juga deh sm my bos jung nony hihihi...
dimana mana yang namanya bos selalu tidak pernah sepaham dengan bawahan, di instansi dmn pun itu di Indonesia, termasuk di Bali. Dalam kurun 1996 hingga 2018 (RS Kusta/Rehabilitasi Medik/RS INdera Prov Bali/RS Mata Bali Mandara, Biro ASet Setda Prov Bali, Biro UMum SEtda Prov Bali dan Dinas Perpustakaan dan Arsip), dengan berganti atasaan langsung atawa bos membuatku kenyang pengalaman dan paling tidak banyak tahu tentang karakter masing-masing bos, kenyang pengalaman, sadaggggghhhh
Aku ingin mengulas dan menulis sedikit kenanganku sewaktu bertugas dgn beliau ,bos yang paling cantik dan kaya ini (berasal dari Puri Denpasar,
Bangli-Bali), sport jantung mungkin sudah biasa, adu nyali di Ancol mkn sudah terbiasa, bekerjasama dgn org2 bertramental mungkin sudah terbiasa, cik SGM-jkt, emak Hj. Zatiyah Mahmud almarhumah heheheh-nanti kualat loh, dan sekarang masih juga mempunyai bos yang berperangai sama suratan nasib ataukah takdirku yang memang begini, lanjut dr. Srijoni, bu Muzni Kanwil JKT sohibnya Pak Baginda Nasution yang temankuh, Yaa Allah selalu membantu hambamu yang tak berdaya inih, paling mengusik waktu dan fikiranku, setahun bergaul dengan bos ini cukup membuka cakrawala pikiranku bahwa manusia dilahirkan bukan hanya mengurusi harta semata tapi hal yang hakiki terkadang luput dari perhatian yaitu keadilan n peri kemanusiaan hehehe kemungkinan aku berlebihan menilai beliau, bagaimanapun beliau adalah my bos saat ini dan nanti nggak ada bekas bos lah di dunia ini-yg jelas dia pernah baik terhadapkuh dan cucu ZIA yakan my bos yg cuantique
Pengalaman berkesan :
1. Dinas luar kota ke Surabaya (Bu Walikota Tri Rismarini), kegiatan kunjungan pengembangan
penatakelolaan surat berbasis elektronik ke bagian umum kota SUrabaya Jatim, 16-17 Oktober
2017(menginap di HTl bintang 7- JW Mariott lanjut besoknya sarapan pagi bareng 1 meja: bu
Jung Nony, Bu dek Iradany, Kristiya Maya dan Apriyatuningsih Tjerita) sayang nggak ada
photonya, tp nun jauh di meja seberang ada yg melirik sirik, Ni Made Rismayani dan Made
Suastini, anak Santel- Biro Umum Setda Prov Bali...... hhhhhhh, hidup kok penuh kecemburuan
woy!
2. SEwaktu jadi Tim Penanggulangan Bencana Gunung Merapi- saya dan Ibu JUng Nony ikut dalam
Tim Pemprov Bali , kami diturunkan untuk mengevakuasi para pengungsi Gn Merapi di lapangan
Gianyar- , mampir dl ke puri beliau di kawasan perumahan elite Jl. Pemuda -Renon-untuk ganti
kostum, dalam mobil dinas yang membawa kami ke tempat lokasi, beliau menawarkan kurma yang
super lembut lp merknya, yang jelas sangat enak. Karena saking enanknya aku nggak malu-malu
untuk terus mengambilnya dan langsung mengunyahnya kedalam mulutku, hahahahaha
- Seingetkau (start awal September 2017-3 bulan kedepan OMG), kami dari Pemprov Bali
diturunkan ke 3 lokasi di pos-pos jaga pengungsi Gunung Agung, Polsek Blah Batuh Kelurahan
Sampling dan Manila's Tampak Siring Kabupaten Gianyar-
Manukaya Desa Tampak Siring-Lapangan yang sebetulnya difungsikan sebagai Pasar
Tradisional, berhadapan dengan Gedung Sekolah SMK Pariwisata terkenal di Gianyar, seingetku
sempat memberi tahu teman esde yang ng-WA duluan tentang kepeduliannya terhadap teman
esdenya yang tinggal diantara dekat dengan bencana Gn Merapi yang tengah erupsi, Marice
Gultom, teman esde Nasional Plaju-Palembang yang sempat menaruh kekaguman karena salah
satu siswa berprestasi pinter dan berani dan juga kristen. Memang sempat menjadi perhatian
dunia kala itu, erupsi Gunung Merapi dalam situasi SIAGA 1 sewaktu-waktu meletus-info
(pengumuman resmi) dari
DINAS TERKAIT al BMKG & BPBD PROVINSI BALI. pd tanggal 22 Oktober 2017 aku
dipercaya o/ my bos gantikan beliau jd koordinator.
- Sebelumnya memang ada instruksi dari Bapak Kepala Biro Umum Setda Prov Bali bahwa, kami
yang masuk dalam tim tugasnya antara lain, MEMANTAU BANTUAN BUAT Pr PENGUNGSI
,pendistribusian apa saja , apa yang tidak ada , yang memang sifantnya SGR, kemana
dikoordinasikan , dicatat , dipantau selama 1x24 jam oeleh pihak terkait dan laporkan di
GROUP dan langsung diteruskan ke pimpinan yang lebih tinggi (Bapak Gub Bali), dan
ditekankan lagi tidak boleh SELFIE!
Ketika di tempat lokasi kami bertemu dan berfoto serta bertukar hadiah cindera mata kenang2an
dengan LSM dari Jakarta, @samaritan's purse operation-chrismas child-yang terpusat di
Amerika.
- Itulah kenang2an pada beliau my bos, Jung Nony......
![]() |
| Add caption |
ustad Aziz berpulang keharibaan Allah, Selasa 22 Mei 2017
10 PEBRUARI 2018, SABTU : MULAI MENULIS BERDASARKAN INGATAN -SEMOGA ALLAH MEMBIMBINGKU AMINNN YAROBB....
Perkenlanku dengan Keluarga Ustadz Aziz dimulai ketika pindah pengajian Bu Dhini , temanku Mimin yang ajak tahunnya lupa, nanti aku ingat lagi deh aku janji
- Sambil nyuci mpg hari Sabtu en Minggu
- Sambil buka akun smule, dengerin lagu2 di perpustakaan Pikmi Plaju -Palembang 30 tahu nan lalu
- Meninggalnya Ustadz Aziz meninggalkan banyak sekali kenang-kenangan, khususnya "TRIOKU" by P.ustadz, aqu, mimin dan bu Rara
- RSAD, RS. SANGLAH, KP. JAWA, RUMAH ABAH-YAI, MESJID KAMPUNG JAWA,
- dr. Tya, dr. Noplinda Suardi MT, abang Waskita- Prov. Lampung- Pringsewu, p.Hj. /b. Hj Donny -Bintang, dan banyak lagi, hari itu benar-benar hari yang amat mendebarkan, herannya aku ikut ambil bagian didalamnya istilah tepatnya TERLIBAT, keterlibatanku ada kaitannya dengan orang-orang terdekatku seperti dr Linda, adik sepupu yang datang tanpa diundang (maksudnya kebetulan datang ke Pulau Dewata- bersama suami keduanya Abang Waskita yang domisili di Provinsi Lampung dengan tidak sengaja juga aku undang datang ke RS Sanglah karena panik melihat kondisi Ustadz Aziz yang kian memburuk hari itu), seingatku hari Rabu dengan masih berseragam PNS aku hilir mudik tidak karuan di sepanjang RS Sanglah, sebenernya hari itu aku salah pake baju seharusnya pake seragam putih-hitam trade marknya Pak Presiden Jokowi, yang kebetulan aku diutus mewakili acara rapat daritempatku bekerja, biasa urusan wakil mewakili memang salah satu job descriptionku yang suka pamer unjuk kebolehan, padahal gayaku doang sok biar keliyatan hebat padahal memang hebat, hehehehe.
- Hari itu banyak sekali kejadian serba kebetulan, sewaktu pulang kerja jam 15.30 wita dari Kantor Gubernur -Niti Mandala Renon-mobilku meluncur kearah klinik tempat anaku, dr Tya bekerja-Klinik Surya Husada-maksud hati untuk bertukar kendaraan, mpbil yang kupakai maksud hati tukar dengan sepeda motor yang dapakai Tya, tp entah mengapa aku malah memarkir mobil di areal RS Sanglah dimana Pak Ustadz dirawat, Alhasil aku melongok kekamar Pak Ustadz Aziz dulu kan. Oh iya hari itu ada titipan Uang dari Hajjah Bu Adinda untuk menyumbang perbaikan musholah Gang Menuri, namanya amanah langsung saja aku sampaikan ke pak Ustadz Aziz yang Alahamdulillah langsung dipegangnya dan didoakannya sumbangan tsb. Ada pemandangan yang amat mengharukan, dimana bu Aziz tidur disebelah Pak Ustadz-1 bed, dengan super nyenyaknya, sementara pak Aziz hanya duduk dengan nafas tersengal-sengal. Jadi aku orang pertama datang dikamar tersebut sampai akhirnya teman-teman satu satu berdatangan karena kukabarkan kondisi beliau yang makin memburuk, termasuk adik sepupuku dr. Limda dan suaminya dari hotel di Sanur (paginya sudah bertemu di tempat rapat di hotel yang sama dengan suami dari adik sepupu- yang tadi sudah ku singgung terjadi secara kebetulan). Dengan dr. Linda perantara melalui perawat dan dokter menjadi nyambung- untung adiku sigap, namun kesigapan adik sepupu ini sebagai perantara antara tim kesehatan dengan pasien tidak terlalu bermanfaat juga-selain membantu memperlancar urusan konseling-tanya jawab-soal penyakit-usir mengusir para jemaah ustadz aziz yang memenuhi ruangan dengan keahliannya menyapa, memberi tahu pada mereka tentang penuhnya ruangan yg sempit berguna kepada keluarga terdekat saja apalagi ini sudah tahap diakhir.
Sekedar Tambahan :
Almarhum Ustadz Aziz sangat senang dan bangga kalau yang periksa dr. AA Made Berastia Anissa Fitri Tjerita, kalau anggota keluarganya sakit juga ingin sekali diperiksa oleh ananda dokter TYa ini, entah mengapa (ini tambahan sedikit nggak nyambung), tp taapalah , sewaktu ananda Afif Baldi sakit gejala Typus, beberapa kali beliau menghubungi ananda Tya namun lama sekali belum direspon ananda Tya, ananda ingin kalau Afif datang langsung kerumah -tidak perlu via telepon (itu juga kalau annda Tya tidak sedang dinas di Klinik Surya Husada), masa lalu.....
Sampai saat ini kenang2an dari beliau, sebuah tabung oxygen teronggok disudut ruang klinik dr. Tya yang terletak di Jalan Gunung Sangian No. 19 Kelurahan Padangsambian Denpasar Barat.
Dibantu anak istrinya ia (Ust. Aziz, Alm) mengumpulkan jemaah Wadah Silaturahmi yang sampai saat ini masih aktif , sepeninggal beliau ada juga TPQ Menuri yang langsung diasuh isteri beliau, Nyonya Endah Wahyuningsih yang berprofesi sebagai ASN (guru) dan anak2nya, Damaika Rizki, Zakiy Marenda, Afif Baldy dan Putri Halimatus Sa'diyah (maaf bila ada kesalahan tulisan nama2 putra putri beliau).
Almarhum Ustadz Aziz sangat senang dan bangga kalau yang periksa dr. AA Made Berastia Anissa Fitri Tjerita, kalau anggota keluarganya sakit juga ingin sekali diperiksa oleh ananda dokter TYa ini, entah mengapa (ini tambahan sedikit nggak nyambung), tp taapalah , sewaktu ananda Afif Baldi sakit gejala Typus, beberapa kali beliau menghubungi ananda Tya namun lama sekali belum direspon ananda Tya, ananda ingin kalau Afif datang langsung kerumah -tidak perlu via telepon (itu juga kalau annda Tya tidak sedang dinas di Klinik Surya Husada), masa lalu.....
Sampai saat ini kenang2an dari beliau, sebuah tabung oxygen teronggok disudut ruang klinik dr. Tya yang terletak di Jalan Gunung Sangian No. 19 Kelurahan Padangsambian Denpasar Barat.
Dibantu anak istrinya ia (Ust. Aziz, Alm) mengumpulkan jemaah Wadah Silaturahmi yang sampai saat ini masih aktif , sepeninggal beliau ada juga TPQ Menuri yang langsung diasuh isteri beliau, Nyonya Endah Wahyuningsih yang berprofesi sebagai ASN (guru) dan anak2nya, Damaika Rizki, Zakiy Marenda, Afif Baldy dan Putri Halimatus Sa'diyah (maaf bila ada kesalahan tulisan nama2 putra putri beliau).
Sabtu, 10 Februari 2018
sepupu ibu saya Kak Cik Rohana Bt Dt Murni M. Thaib meninggal jumat pukul 1.00 wib dini hari di Anggut-BKL &
dapat kbr dari @Jessica Indah Ridwan pertama, trus dari WA adek2.....dpt nope dang @Harlie lsg telpon deh ikut berduka cita, kebetulan disitu ada Om HAGWAN masih ada dirumah duka......
- -Cerita Kak Cik Rohana-sepupu Emak (Bapak dua beradik kandung) , Datuk Mahmud Suka Bandung-Bintuhan Bengkulu Selatan dan kakaknya Datuk M,Thaib (Pak Ngah Lilis)
- Kak Cik Rohana ini baiknya bukan main-main , dahulu , dikit saja yaa: Emak pernah bercerita kalau sepupunya ini baik sekali, dulu sewaktu emak baru menikah dengan Abah-diboyong dari Sumatera ke Jakarta tinggal dirumah Bibinya Abah Cik Itam dari Muara Tetap, desa Abah-sewaktu Abah berlayar dititiplah si Emak dirumah bibinya itu. Suatu ketika Cik Itam ada bercerita tentang masa lalu Abah yang konon kabarnya sudah punya isteri dari Palembang dan punya anak laki-laki, bagaikan petir Emak sontak kaget, nggak siap menerima kabar berita seperti itu langsung menangis dan akhirnya jatuh sakit. Cik Itam panik luar biasa-dipanggilah saudara Emak yang ada di Jakarta , Paman Suardi MT (dulu belum menikah) lupa kayaknya tahun 1966 aku belum lahir, dan kakak Paman Suardi, Kak Cik Rohana MT tinggal di daerah Sumur Batu-Jakarta. Pernah antara tahun 2012-2013 aku dan adik Noprizal (adik nomor 7 bungsu) abis Hari Raya Lebaran Idul Fitri- ceritanya napak tilas (suami dan anak2 udah pulang duluan by kendaraan panther sporty karena mengejar waktu). dinas di RS Daerah Bengkulu dan tinggal di Bengkulu kebetulan adinda Noprijzal Dermawan dapat PNS jebolan ATEM Negri Jakarta Mampir kerumah Kak Cik Rohana (kami disuruh panggil Bunda Rohana, kalo Kak Cik-sebutan buat Emak kepadanya), Bunda Rohana bercerita ketika Emak dibawa kerumah Bunda di Sumur Batu, karena Emak nangis terus mengingat- ngingat perkataan Cik Itam tiap hari -ada tidak jauh dari rumah Bunda seorang Pegawai masih bujang yang tertarik kepada Emak yang polos, rambut panjang, badannya bagus, kulitnya kuning langsat, tanpa make-up juga kelihatan cantik-kemudian tertarik. Bertanya dimana suaminya (Abah), Bunda bilang pergi berlayar. Tetangga tersebut menawarkan bantuan membawa kerumah sakit-Bunda Rohana sudah memberi izin-tetapi Emak menolak.Cerita hanya sampai disana, kalo berlanjut mungkin aku dan adik-adik enggak pernah ada, hehehehehe......
- Khusus dengan Ramos ini (Photo pada picture), aku ada sangkutan uang -tidak banyak sih , aku berjanji mengembalikannya setelah punya uang tapi sampai saat ini belum terselesaikan, adapun uang tersebut aku peruntukan buat uang semesteran Nurun Nadia putri tukang ojek daripada Makbul Pharma Mudiah, kuliah di Universitas Pajajaran Bandung, memang perjanjian perikatan tidak ada namun dalam waktu cepat akan aku selesaikan biar si Nadin tenang juga dia belajar, hanya bersimpati saja alasan lain walaupun ada tetap tidak akan aku ceritakan disini, yang kebetulan bersahabat dengan orang tuanya.
-Selamat jalan Bunda Rohana MT semoga amal ibadahmu diterima disisi Allah Subhana Wataalla dan Semoga Khusnul Khotimah, Aminnnn Yarobbb.
4. Pertemuan dengan anak Kak Cik Rohana Bt Dt H. Murni MT, Ramos Irawadi bin Suardi Thaib di Bali pada waktu adik spp saya itu ditugaskan Kemenkeu RI Pusat ke Kawil Direktorat Pajak Cabang Bali di Jalan bersebelahan dengan @RS BROS,
Blog tentang keluarga besar Datuk MT DAN DATUK MAHMUD SUKA BANDUNG INI, cukup unik, karena ditulis dengan alur pikir dan pandangan penulisan yang cukup hati-hati & bersumber pada bertutur pada cerita sejarah hidup dua orang yang bersepupu (Ibunda Hajjah Zatiyah bt Dt Mahmud & Makdang Rohana Bt Dt Hj MT di Jakarta, yang kemudian berlanjut di generasi kedua yang juga bersaudara sepupu (yakni anak-anak mereka, Wodang Atun dan Ramos di Bali), yang apa adanya.realita masyarakat dan kebiasaan-kebiasaan ala Sumatera yang hidup diperantauan memang makin mempererat hubungan kekerabatan, saya selaku Putri Bengkulu /Sumatera mengerti karakter daerah Bintuhan- Kaur- Bengkulu dan hubungan kekerabatan ini masih perlu diadopsi oleh generasi setelah kami, seperti anak-anak saya dan anak-anak Enda Hajjah Rohana Bt Dt. MT, Ibunda Hajjah Zatiyah Bt Dt. Mahmud, Ibunda Hajjah Maiza Bt Mahmud-Pak Ibu Zainul Aripin, Docik Ramos- Iin, Dang Yayat, Dang Yoyon, Dang Gunawan Santri (Alm)- Wodang Suti Suci, dan anak keponakan beserta cucung-cucung sekaban.
Saya sebel dan kaget dalam pembicaraan via whatshap dengan teman sekantor, sebentar dulu yah, yang namanya dukun itu tempo doeloe sampe tempo sekarang memang selalu menjadi bahan pergunjingan masyarakat. nah langsung saja nggih, sepupu saya itu (Ramos) yang jebolan S2-Colorado- beasiswa, bilang teman saya terkena santet!, kemungkinan ada yang mengincar jabatannya, mangkanya beliau dibikin sakit. Wallahu Alam Bissawab nggih.Sesuai dengan tuntutan pasar saat ini banyak dukun baru yang muncul,. Gelar mereka pun macam-macam. Tetapi yang jelas gelar tersebut bukan dari perguruan tinggi, namun berasal dari wangsit.Disamping itu dukun sekarang harus punya hand phone, biar comunication with the client always smooth, Emak saya dulu pernah cerita, kalau beliau pernah juga dikirimi guna-guna namun dengan pengobatan yang telaten, sabar dan ikhlas emak pun terlepas dari kiriman guna-guna tersebut, jadi keluarga besar emak itu memang sudah langganan , mungkin banyak banget yang iri dan dengki atas keberhasilan yang didapat keluarga besar pihak emak & Abah (almh/alm), sebenarnya dari cerita-cerita orangtua kami dulu, cerita nenek Hajjah Madiyah Bt Dt Yahya isteri Datuk Mahmud, orang-orang yang iri dengan sengaja mengirimi pelet, gendam, pengasih, santet, akan mental sendiri kepada orang yang mengirim, apabila kita sabar, rajin berobat dan berdoa kepada Allah SWT, percaya tidak percaya nggih.
Yowess, insyaallah sepupuku sembuh dan apabila masih dipercaya mengemban tugas kembali bekerja seperti biasa, mungkin akan saya bawa ke kenalan saya, insyaallah lho ya, akan saya perkenalkan dengan Pak Kyai Abah Haji Jayadi Fawaid, keturunan langsung dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW, Wallahu Alam Bissawab.
Blog tentang keluarga besar Datuk MT DAN DATUK MAHMUD SUKA BANDUNG INI, cukup unik, karena ditulis dengan alur pikir dan pandangan penulisan yang cukup hati-hati & bersumber pada bertutur pada cerita sejarah hidup dua orang yang bersepupu (Ibunda Hajjah Zatiyah bt Dt Mahmud & Makdang Rohana Bt Dt Hj MT di Jakarta, yang kemudian berlanjut di generasi kedua yang juga bersaudara sepupu (yakni anak-anak mereka, Wodang Atun dan Ramos di Bali), yang apa adanya.realita masyarakat dan kebiasaan-kebiasaan ala Sumatera yang hidup diperantauan memang makin mempererat hubungan kekerabatan, saya selaku Putri Bengkulu /Sumatera mengerti karakter daerah Bintuhan- Kaur- Bengkulu dan hubungan kekerabatan ini masih perlu diadopsi oleh generasi setelah kami, seperti anak-anak saya dan anak-anak Enda Hajjah Rohana Bt Dt. MT, Ibunda Hajjah Zatiyah Bt Dt. Mahmud, Ibunda Hajjah Maiza Bt Mahmud-Pak Ibu Zainul Aripin, Docik Ramos- Iin, Dang Yayat, Dang Yoyon, Dang Gunawan Santri (Alm)- Wodang Suti Suci, dan anak keponakan beserta cucung-cucung sekaban.
Langganan:
Komentar (Atom)




























