8 Desember 2012 pukul 18:05
Sambungan SMS dari adek (yantie krisna)gue:
Emak pengen berobat alternatif dengan Pak Sukardi di Jakarta,jadi
kalo kita lg coba jajaki untuk meminta fasilitas dari RS...utk bawa Emak
ke Jakarta.
-Emak sering sesak nafas.. jd qt belikan tabung oxigen yg 1000 Ltr,
tiap hari sll qt isi ulang di Apotik atau di RSU...tlg doa dan support.
-Info dari administrasi RS Pertamina Plaju..utk transport biaya di
Jkt/RSPP ditanggung pasien (pensiunan), dan biayanya ambulance dengan
perawat 5 juta belum termasuk mkn dan minum utk driver n prwt...mohon
bantuannya.
-Sesak nafas Emak semakin parah, kondisi lemas..
-Emak butuh Transfusi darah..tadi qt ke RSU, Palembang stock drhnya habis jd tadi Yanti donor, diambil darahnya...
-Krisna samo Apif baleq kerumah jam 12.00 WIB malam, Yanti sama
pembantu (yuk Eka) nunggui Emak... yg ptg mohon doanya bae, Dang...biar
Emak kuat dan tetap semangat utk sembuh...dan doain kami jugo khususnyo
Yanti biar diberi kesabaran biar focus merawat Emak dan jagain Apif,
terus terang bae Krisna sedih...krn kadang teliat Yanti nangis
deweq...apo mungkin sedih jingok Emak.
-Darah Gol. B...Emak di ICU dari semalem...td Yanti diambil darahnya, 300 cc
Semua kondisi perkembangan emak krisna sms-in ke semuanya (wodang
aprie,uwa, nga dewi, nga ety, ellen, dan ijal) dgn isi sms yg sama ...
stock darah PMI Palembang kosong...Diperkirakan emak msh butuh darah 2-3
kantong lagi, kan HB masih rendah..beban jantung berat kan asumsi
oxigen ke paru2 x kurang.. sampai detik ini emak sesak nafas
terus...kasian emak sampai dia bilang kecapean.. mohon jangan pernah
berhenti berdoa untuk kesembuhan emak...dan bagi krisna emak juga
orangtua krisna.
-Semenjak dr ICU kemudian dipindah ke recovery room kondisi emak blom
ada perubahan yang berarti, masih sangat lemah, sesak nafas setiap
saat, HB masih 6.7 dari 10,0 yang diharuskan, emak beberapa kali mintak
segera dibawa ke Jakarta...
-Support, Semangad dan doa tetap diharapkan saat ini Ibu Maizah
Machmud (kakak Emak paling tua), Ijal dan Rizka sudah di plaju, dan
soreh ini Cucik Upiek insya Allah nyampe...
-Ada 4 option untuk bawa Emak ke Jakarta... mohon share dan inputnya, sehubungan keinginan Emak ke Jakarta...
1. Ambulance Rp. 5 juta blom termasuk biaya mkn dan biaya tak terduga lainnya.
2. Pesawat harus booking segera dan minimal hrs beli ticket 12 set
perkiraan biaya pswt yg termasuk PLG-JKT Rp. 500 rb x 12= Rp. 6 jt blom
biaya ambulance dan 1 org prwat dari Cengkareng ke RSPP/ Depok.
3. Kendaraan rental, sewa perhari sekitar 600 rb x tanpa sopir x
berapa hari ?...belom biaya makan...kao pake sopir Rp. 800 rb belom
termasuk biaya makan dan rokok sopir.
4. Kendaraan Pribadi biaya tidak jauh beda dengan rental mobil... namun diusahakan seminim mungkin.
-Ass..Wr..Wbb.. Emak mengalami perdarahan di gusi,mulut,dan
kerongkongan,... tadi pagi sekitar jam 02,00 dini hari/pagi Emak
transfusi darah lg sebanyak 2 kantong jd total sudah 9 kantong darah
sudah ditransfusikan ke Emak, saat ini di Plaju sudah ada Cucik Upiek,
Ibu Maiza, Ijal dan Rizka amalia, mohon jangan pernah berhenti untuk
terus mendoakan kesembuhan dan kesehatan buat emak.
-HB Emak masih berkisar di 7 dari 10 yang diharuskan, kami juga lagi
nyari orang2 utk donor darah buat Emak...krn stock darah di PMI
Palembang kosong...walaupun ngomongnya agak susah dan ndak jelas...krn
lidahnya memendek.. tp kita denger Emak selalu ngajak baleq...kadang2
pengen ngajak ke Jakarta juga..kadang2manggil2 datuk samo nenek...yang
sabar ya Wod....yang tabah ya wod...
-dr. Er Haji Nurdin lwt isterinya (sodara Emak Emaklah wod
telepon)Alhamdulillah lah mendingan..tp wod Emak nich kan nak ke Jakarta
naek peswat nak pesen harus 12 set tempat duduk utk tempat tidur Emak
makmano wod, terus terang bae duit ado dari Ellen 2 jt, yang 4,5 jt kan
lah beli tabung o2, alat2 G dot, obat2an, infus2, pampers adult, minyak
gosok, baby oil, isi ulang tabung o2, dll, dan biaya urut per
kedatangan, kemarin masih sisa 1 jt lagi, kito saweran lg wod....
- pd 14 Juli 2011 (jawaban wodang aprie) iyo...naekelah emak tu
pesawat , wod tanggung semua biaya, dimano kagek jam 13.50 WITA wod
dari Denpasar-Bali makmano dek..
-aku berangkat dari Denpasar Bali bersama suami tercinta tidak sempat
makan apalagi minum transit di bandara soetta cengkareng ketemu adeq
dewi nurmala bawain guwa surat2 penting keluarga besar gua(disitu
seluruh aset2 orangtua gua dan adek2 gua berupa :rumah, kebun2, sawah2,
talang2, jd satu se tas warna coklat), sedih jg, cuman cipika cipiki sm
adek gua, sedih banget, seumur hidup gua gak pernah lp,sampe Palembang,
turun dari pesawat gua lsg ke Unit Transfusi darah Cabang PMI Kota
PALEMBANG Jl. Madang Kompleks RSUP Telp. 0711-356282/ 363150 fax.
0711-363150 Palembang.Terima kasih atas sumbangan darah Anda. semoga
Tuhan Yang Maha Esa membalas amal baik Anda. Bila Anda berkenan, kami
mohon dengan hormat kesediaannya dapat menyumbangkan darah kembali 3
bulan yang akan datang, pada Tanggal: 14 Oct 2011.
- pagi sekitar jam 11.00 wib waktu Plaju, aku sempat berantem dengan
perawat dan dokter RS Pertamina Plaju, aku kemukakan keinginanku membawa
pulang ibunda ke jakarta, perawat dan dokter serta ibundaku dibuat
terkaget2 olehku, sempat adu mulut sebentar dengan dibantu ibunda, aku
dipertemukan kepada dokter dan perawat judes tadi, sempat pula didalam
telepon aku membagi tugas, kusuruh adekku memesan langsung ticket
garuda, Emak gembira benar mendengar mau dipulangkan ke Jakarta,
terlihat raut wajahnya yang sempat tenang karena mendengar perkataanku
dengan nada tinggi dan berapi-api, yang mana selama dirawat disini tiada
membawa perubahan yang sangat berarti malahan membuat ibunda semakin
parah sahaja, pihak rumah sakit tidak terima dengan perkataan2ku
walaupun dibantu ibundaku malahn aku diberi bermacam-macam nasehat
nasehat yang bagiku hanya penghiburan saja bagi aku dan ibundaku, "
apaaa hasil laboratoriumnya ditunggu empat hari, ibu saya tidak mau
menunggu selama itu, jawabku ketus", " Oke maunya kapan ibuk mau membawa
mamak ibuk..? Tanya perawat judes tadi kepadaku, "kalu sekarang atau
sebentar lagi ibu saya dinyatakan bagus hasilnya, sekarang juga kami nak
berangkat, adik saya sudah pesan ticket garuda.....
Namun Manusia hanya bisa berencana yang menentukan hidup mati seseorang hanya Allah SWT,
Percakapan aqu dan adek nomor 7, Sri Apriyanti Thamrin ,mantan
perawat RS. Pantai Indah Kapuk, Jebolan Akademi Perawat Pertamina
Jakarta.
-pd jam 11.13 WIB Plaju
deq, kau disuruh Emak kesini, cepet yo deq,
oii deq, sekarang cepet bawa Emak ke jakarta yooo,
dijawab sama Yanthie,
-Just info : Kalau HB OKE, rencana Emak ke Jakarta hari Rabu/ Kamis
naik garuda....biaya total 9 jt/ 10 jt belum ticket perawat pendamping.
Wod, tolong SMS nama Emak lengkap ya, dengan bulannya, serta umurnya...tpt tanggal lahirnya jangan lupa,...release her...
_Anthie , Jangan lupa beli Kaos Kaki untuk Emak, ya deq, .....(kaki
Ibundaku sudah mulai dingin, kupikir karena AC diruangan itu memang
begitu dingin, tp Emak menolak kakinya ditutupin dengan selimut)...aqu
sebok mengusap-usap kulit Emak dengan minyak kayu putih dicampur baby
oil).....
Senja itu hujan tiba-tiba turun dengan derasnya, guntur menggletar
gemetar, Ibundaku selalu menoleh ke pintu sebelah dalam, selalu menoleh
dan menoleh terus, Ibunda memanggilku, "Kesini, Dang.... pijitin Emak
niii,... entar kalo Emak udah nggak ada nggak bisa mijitin lagi
deehhhhh, aku beringsut dari tempat dudukku yang tepat dihadapannya, aku
sebuk meneangkannya sekaligus menenangkanku tentunya, "OKE Deeeh untuk
Emak apa seh yang Enggak,
" Wodang udah sering ngeliyatin Emak, mustinya jangan kesini lagi
(dong) bagaimana anak-anakmu, kerjaanmu, entar dipecat orang looooo."
"Tenang, Maaakkk. "Boss EWod baeq, Maaakkk....."
"Nggak Boleh , Geto Jugaaaaa, Habissss Duitmuuuu."
Duit bisa dicari jawabku dalam hati, kapan lagi melihat Ibundaku tercinta, apalagi sekarang dalam keadaan sakit (berat) begini,
"Aku senang kog kesini (Plaju), kalo Emak nggak sakit, nggak mungkin
wod dapet kesini ngeliyat Emak, ngeliyat Plaju, makan Empek-empek,
kerumah adek-adek (adiku dua orang di plaju, dua-duanya bersuamikan
pegawai Pertamina, Abahku mantan pegawai Pertamina juga)." Ibuku gembira
sekali aku datang, senang sekali namun sayang umurnya tidak panjang,
hari itu hari terakhir dimana Allah memberikan waktu untuk berdua-dua
dengan seorang ibunda yang telah makan asam garam kehidupan, seorang ibu
rumah tangga yang baik yang telah mengantarkan anak-anaknya menjadi
"orang" semua, dan mengantarkan kegerbang pernikahan kami dengan selamat
sesuai dengan agama islam dan adat istiadat sumatera dan islam yang
kental, satu yang aku tidak bisa melupakan Ibundaku, dia percaya penuh
padaku, bahwa anak perempuan pertamanya ini adalah anak yang berperilaku
bagus dunia akherat ibundaku percaya padaku, dengan berbekal
kepercayaan penuh dari Ibundaku, aku selamat sampai sekarang, rumah
tanggaku pun selamat terlepas dari gossip- gossip tak sedap, orang
ketiga (tunggal), atawa apapun juga yang ada didunia ini semua menjadi
baik- baik dan bagus-bagus pula, obat penawar hatiku, dalam kesibukan
perjuangan yang kadang-kadang menghadapi pasang naik dan kadang-kadang
pasang surut kehidupan. Dan dia pun menjadi obat penawar bagi
teman-teman sepengajian di Depok Jaya Agung, Kompleks Pertamina Plaju
(pernah tinggal disitu) , obat penawar di Bintuhan utamanya Jalan
Pahlawan Ratu desa tempat kelahirannya,
Akhirnya Ibundaku menghembuskan nafas terakhirnya, tepat disampingku
dengan khusnul khotimah, aku satu-satunya anaknya yang mengiringi
kepergian Ibundaku, sementara adiku Yanthie sedang memesan ticket garuda
untuk ibundaku, sementara adiku Noprijal dan suamiku, Agung Tjerita
sebok mengambil beberapa kantong darah golongan B di RSU bagian PMI,
siap-siap untuk transfusi darah selanjutnya. Namun Malang Tak Dapat
Dihindari Untung Tak Dapat Diraih, Ibunda keburu pergi..........
dibuktikan dengan adanya pada Jum'at Tanggal 22 Juli 2011,
Alhamdulillah Kemarin sholat Ghaib dari Bintuhan langsung dipimpin oleh
Haji Siraj telah dilaksanakan , Sholat Ghaib tersebut diperuntukkan
untuk mengiringi berpulangnya Ibunda tercinta kita ke Rahmatullah ,
Semoga Ibunda mendapat tempat yang layak disisi Allah Subhana Wata ala
dan semoga sampai hayat dikandung badanku nantinya aku seperti Ibundaku
itu, Amin Yaa Robbal alamin.
Ibundaku pada akhirnya tetap kami adek beradek bawa ke Jakarta
keesokan harinya dengan Pesawat garuda Pertama, seperti pemintaannya
yang terakhir, kiranya Ibunda ingin bersama-sama Ayahanda yang telah
mendahuluinya sembilan tahun yang lalu, bersama-sama satu liang lahat
terbaring tenang di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Kampung Kandang Daerah,
Ciganjur, Kelurahan JAGAKARSA dekat kediaman keluarga Mantan Presiden
ke-4, Kyai Haji abdurrachman Wachid hasyim (GUSDUR).